SELAYANG PANDANG DESA BUNGKULAN

SANG MENTARI 23 Juli 2020 11:38:31 WITA

  • Legenda dan Sejarah Desa

Desa Bungkulan jaman dahulu merupakan daerah belantara, daerah ini merupakan wilayah kekuasaan Jro Pasek Menyali, sedangkan disebelah timur Tukad Aya/Desa Kubutambahan menjadi wilayah kekuasaan Jro Pasek Bulian.

Bermula dari kedatangan I Gusti Ngurah Tambahan ke Bulian, beliau berasal dari Desa Tambahan Bangli, Pada saat kedatangan I Gusti Ngurah Tambahan diwilayah Bulian, wilayah tersebut tertangganggu keamanannya Pasek Bulian mohon bantuan kepada I Gusti Ngurah Tambahan untuk memulihkan keamanan diwilayah tersebut. Berkat kesaktian I Gusti Ngurah Tambahan dan sebilah keris pusakanya yang bernama KI BAAN KAU, keamanan wilayah tersebut pulih kembali. Atas jasanya kemudian Jro Pasek Bulian memberikan tempat tinggal tetap kepada I Gusti Ngurah Tambahan yaitu ditepi “ siring kauh “ wilayah Bulian ( dipinggir sebelah timur tukad Aya ), disanalah I Gusti Ngurah Tambahan mulai membuka lahan persawahan.

Setelah peristiwa tersebut diatas,datanglah Jro Pasek Menyali yang berkuasa disebelah barat tukad Aya, menghadap kepada jro Pasek Bulian. Pasek Menyali memaparkan maksud kedatangannya bahwa seorang Denawa yang disebut Menaru sering mengganggu ketentraman penduduk, terutama pada waktu diadakan upacara ngusaba desa,dimana penari rejang paling akhir ( kitut rejang ) sering diculik / dilarikan oleh I Menaru sehingga upacara menjadi tertanggu dan masyarakat ketakutan.

Pasek Bulian kemudian menunjukan orang yang mungkin bisa membantu memulihkan keamanan Pasek Menyali yaitu : I Gusti Ngurah Tambahan setelah mendapatkan kesepakatan dan kesanggupan dari I Gusti Ngurah Tambahan, lalu I Gusti Ngurah Tambahan beserta pengikutnya dating untuk menyelidiki keadaan wilayah Pasek Menyali.

Berkat Kedigjayaan beliau akhirnya diketahuilah tempat tinggalnya I Menaru yaitu di GOA BATU MEJAN / Togtog polo, daerah ini merupakan daerah perbatasan Jagaraga,Girimas sekarang ( dahulu Sangsit ) dan Bungkulan. Dengan keris pusakanya yang bernama KI BAAN KAU I menaru dapat ditaklukan karena jasa beliau, maka Jro Pasek Menyali memberikan hadiah tanah /wilayah disebelah barat tukad Aya.

Dengan didapatkannya hadiah dari Jro pasek Bulian dan Jro pasek Menyali yang wilayahnya sebagian disebelah timur Tukad Aya, sebagian lagi disebelah barat Tukad Aya, Maka I Gusti Ngurah Tambahan menyatukan kedua wilayah tersebut menjadi satu  ( Abungkul ) yang disebut BUNGKULAN   yang kita warisi sampai sekarang. Disamping itu nama Bungkulan identik dengan bulian, untuk mengenang jasa Jro Pasek Bulian kepada I Gusti Ngurah Tambahan. Setelah Desa Bungkulan terbentuk,Pura Pasek milik jro Pasek Menyali dijadikan Pura Desa Bungkulan,Keris Pusaka I Gusti Ngurah Tambahan sampai sekarang masih tersimpan didusun Jro Gusti, Bungkulan.

Demikian secara ringkas dan sederhana dapat kami paparkan riwayat/sejarah Desa Bungkulan, yang mana sampai saat ini penduduk yang tinggal di Desa ini dengan banyak trah / Golongan, namun keamanan masih dapat kita jaga bersama-sama dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan diantara pendatang yang ada, sehingga suasana tetap kondusif. Bilamana dikemudian hari ada suatu temuan yang mampu menjelaskan asal – usul nama Desa Bungkulan dengan kesepakatan bersama (Tokoh Mayarakat Bungkulan), maka tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan cerita sejarah dari penyampaian saat ini, hal itu dikarenakan sampai saat ini belum ada yang memastikan secara pasti cerita sejarah yang telah tertuang diatas. 

Dokumen Lampiran : SELAYANG PANDANG DESA BUNGKULAN


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Bungkulan

tampilkan dalam peta lebih besar